Look inside

Specialized Books

The Broken Wings

4.6(5)
Hardcover€17.40Paperback€17.20
Not availableFree shipping
Buy Now

About the book

First published in 1912, "The Broken Wings" is a poetic novel written by Khalil Gibran. Gibran Khalil Gibran (1883 - 1931) was a Lebanese-American poet, writer, and artist best known as the author of "The Prophet" (1923)-one of the best-selling books of all time. Gibran's work covers such themes as justice, religion, science, free will, love, happiness, the soul, the body, and death; and he is widely considered to have been one of the most important figures in Arabic poetry and literature during the first half of the twentieth century. Set in Beirut at the turn of the century, the story is one the tragic love between a young betrothed woman and our protagonist, who are forced to see each other in secret until their meetings are uncovered and their love made impossible. "The Broken Wings" addresses a variety contemporary problems in the Eastern Mediterranean, including women's rights and religious corrupt on. Other notable works by this author include: "Music" (1905), "Rebellious Spirits" (1908). Many vintage books such as this are becoming increasingly scarce and expensive. We are republishing this volume now in an affordable, modern, high-quality edition complete with the original text and artwork.

Editions (5)

ISBN9781447403791
PublisherWylie Press
Publication Date04/20/11
Pages68

Reviews & Ratings

5 ratings

3 reviews

4.6

Tap to filter

  • sofienschena
    sofienschena

    45 Followers

    4.0

    Wow.

    Wunderschön geschrieben und hat mich tief berührt, sodass ich mehrmals kaum meine Tränen zurückhalten konnte. 😭

    May 13, 2025

  • youmi
    youmi

    16 Followers

    5.0

    Very short story but it was beautiful to read, nevertheless.

    Dec 21, 2023

  • 4.0

    Sayap-Sayap Patah (The Broken Wings) adalah sebentuk cerita dari seorang laki-laki yang patah hati, lantaran gadis kecintaannya direnggut oleh orang lain. Tentu, Gibran tidak menyederhanakan semuanya dalam kata "direnggut", ia melayangkan kritik ke institusi pernikahan dan agama di Lebanon, lebih tepatnya masyarakat yang ia sebut sebagai masyarakat timur (timur tengah), tempat di mana Gibran menghabiskan masa ranum remajanya. Pendapat paling umum menyebut bahwa novel ini adalah autobiografi diri Gibran sendiri. Selma, tokoh wanita dalam cerita adalah nama fiktif dari Nona Hala Daher, sang gadis yang ditakdirkan menjadi cinta pertama Gibran. Selma dinikahpaksakan seorang pendeta kepada keponakannya yang serampangan dan brengsek. Selma tidak bahagia, hingga akhirnya ia menutup hidup ketika melahirkan anaknya—yang juga meninggal saat dilahirkan. "Demikianlah takdir merundung Selma dan menuntunnya sebagai budak sahaya hina dalam iringan perempuan timur (tengah) yang sengsara ..." "Para penyair dan penulis sedang mencoba memahami kenyataan kaum wanita, namun sampai hari ini orang-orang itu belum mengetahui segala rahasia terpendam dalam hati nuraninya karena orang-orang itu memandang mereka dari balik selubung seksual dan tak melihat apa-apa selain bagian luarnya, orang-orang memandangnya lewat kaca pembesar kebencian dan tak menemukan apa-apa selain kelemahan dan pengabdian." Akibat aktivitas kritiknya tersebut, Gibran dikucilkan oleh pemerintah dan tokoh agama setempat, bahkan buku-bukunya yang kedapatan dijual di Beirut disita lalu dibakar. Gibran, dengan segala ketajaman sensitifitas dan ujung penanya menjadi musuh publik, hingga ia dijuluki sebagai "anak kufur". Gibran tidak membenci pernikahan, ia hanya bersikap kritis terhadap institusi pernikahan yang membukakan pintu kepada orang-orang yang menyelewengkan cinta dan kesakralan, yang memperbudak wanita dalam rumahnya sendiri.

    Aug 23, 2022

Reading is better with the READO app.

Discover books, track progress, read together.

Library

Keep track