13. Juni
Bewertung:4

Ada 17 kisah yang diceritakan kembali dari rakugo, kabuki, teater dan cerita rakyat dengan gaya modern yang kentara, sebagian bahkan saling berkaitan satu sama lain. Singkat cerita, ada beberapa kisah yang dibawakan dengan narasi dan sudut pandang yang unik dan meninggalkan kesan tersendiri. Kadang dibuat meringis, heran, lalu tertawa sendiri. Ngga salah jika dikatakan buku mengenai feminisme karena unsur mengenai hal tersebut sangat lekat di sini. Banyak juga kekonyolan ataupun absurditas yang menghibur meskipun mampu meninggalkan tanda tanya. Menurutku, keasyikan secara pribadi dalam membaca ini disebabkan peran terjemahan yang terasa akrab sehingga mudah dipahami.

Where the Wild Ladies Are
Where the Wild Ladies Arevon Aoko MatsudaCatapult