The Dead (The Art of the Novella)

The Dead (The Art of the Novella)

Taschenbuch
3.36

Durch das Verwenden dieser Links unterstützt du READO. Wir erhalten eine Vermittlungsprovision, ohne dass dir zusätzliche Kosten entstehen.

Beschreibung

A New Year's Eve gathering in Dublin is the setting of this elegant, accessible masterpiece that ends with a signature epiphany by the protagonist, who offers a perspective on the lives, dreams, and feelings of the party's guests.

This beautifully packaged series of classic novellas includes the works of masterful writers. Inexpensive and collectible, they are the first single-volume publications of these classic tales, offering a closer look at this underappreciated literary form and providing a fresh take on the world's most celebrated authors.

Buchinformationen

Haupt-Genre
N/A
Sub-Genre
N/A
Format
Taschenbuch
Seitenzahl
80
Preis
11.06 €

Beiträge

1
Alle
5

— The Dead "His soul swooned slowly as he heard the snow falling faintly through the universe and faintly falling, like the descent of their last end, upon all the living and the dead." Begitulah kalimat terakhir dari novela The Dead, yang ditulis oleh James Joyce dengan amat memukau. Barangkali, ini adalah salah satu titik terakhir (end-point) yang paling baik dari sebuah karya fiksi, setelah yang dilakukan Chales Dickens pada setengah abad sebelumnya lewat roman A Tale of Two Cities. The Dead—yang menjadi salah satu bagian dari kumpulan cerpen The Dubliners—menceritakan tentang acara perkumpulan para sanak keluarga di malam natal. Narasi dimulai dengan Gabriel sebagai tokoh utama, dan berlangsung dengan wajar selama 3/4 cerita: tidak banyak riak di permukaan, namun menyimpan rahasia yang begitu dalam yang kelak di bagian akhir akan diungkap oleh istri Gabril. Sekuens akhir tersebut sukses menjungkirbalikkan cerita yang telah dibangun dengan rapi menjadi akhir yang begitu emosional. Joyce banyak menyisipkan potret-potret masyarakat Dublin melalui dialog-dialog para tokoh yang bergumul tentang kebudayaan, seni, dan sejarah lokal. Kejeliaan mata Joyce dan kelihaian imajinasinya tersebut sukses membesarkan namanya sebagai salah satu sastrawan paling berpengaruh di Britania dengan mahakaryanya yang berjudul The Ulysses (1920) yang menjadi salah satu avant-garde sastra di masa itu.

Beitrag erstellen